BKP MBKM Bersama Prodi Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember, Membimbing 5 Mahasiswa Melakukan Riset Sosial
LTS Foundation berkomitmen memperkuat kapasitas riset sosial sebagai fondasi penting bagi perumusan program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Salah satu langkah nyata yang kami lakukan adalah keterlibatan dalam kegiatan BKP MBKM bersama Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Jember. Kegiatan ini dilaksanakan pada periode semester genap tahun 2024, dengan fokus pendampingan kepada lima mahasiswa agar mampu menjalankan riset sosial secara terstruktur, etis, dan relevan dengan kebutuhan lapangan.
Mengapa program ini penting
Di banyak wilayah, masalah sosial sering kali dibahas berdasarkan asumsi atau informasi yang tidak lengkap. Padahal, riset sosial yang baik membantu memetakan persoalan secara lebih jernih, memahami pengalaman warga, serta menilai apakah suatu program benar-benar menjawab kebutuhan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali keterampilan riset yang aplikatif, tidak hanya teori metodologi. Program BKP MBKM ini kami desain sebagai ruang belajar langsung agar mahasiswa memahami proses riset dari awal hingga menghasilkan output yang bisa dipakai.
Tujuan pendampingan
Pendampingan lima mahasiswa ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menyusun desain riset sosial yang realistis dan dapat dijalankan. Kedua, melatih keterampilan pengumpulan data lapangan dengan pendekatan yang etis dan sensitif terhadap konteks komunitas. Ketiga, memastikan mahasiswa mampu mengolah temuan menjadi laporan singkat dan rekomendasi yang operasional, sehingga riset tidak berhenti pada data, tetapi menjadi masukan untuk perbaikan program sosial.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan
Pendampingan dilakukan melalui tahapan belajar yang saling terhubung.
-
Orientasi isu dan konteks
Mahasiswa diajak memahami isu prioritas sosial, mengenali aktor lokal, serta memetakan risiko dan prinsip etika kerja lapangan. -
Penyusunan pertanyaan riset dan desain metodologi
Mahasiswa dibimbing menyusun rumusan masalah, tujuan riset, serta memilih metode yang sesuai seperti wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, observasi, dan telaah dokumen. -
Penyusunan instrumen riset
Mahasiswa menyusun pedoman wawancara, panduan FGD, lembar observasi, dan format catatan lapangan. Instrumen direview agar jelas, tidak bias, dan mudah digunakan. -
Praktik pengumpulan data
Mahasiswa melakukan praktik pengumpulan data, belajar membangun rapport, melakukan probing yang tepat, dan menjaga kerahasiaan informan. Supervisi dilakukan untuk menjaga kualitas data dan kepatuhan etika. -
Pengolahan data dan analisis temuan
Mahasiswa dilatih menata data, mengidentifikasi tema-tema kunci, menyusun ringkasan temuan, serta menarik makna temuan secara sistematis. -
Penyusunan output riset
Sebagai output, mahasiswa menyiapkan laporan ringkas dan bahan paparan. Fokusnya adalah membuat temuan menjadi rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti.
Output dan capaian
Kegiatan BKP MBKM ini menghasilkan beberapa capaian. Lima mahasiswa memperoleh pengalaman melakukan riset sosial secara menyeluruh, mulai dari desain hingga pelaporan. Mahasiswa juga menghasilkan ringkasan temuan lapangan dan rekomendasi awal yang dapat menjadi bahan diskusi bersama mitra. Kolaborasi ini memperkuat jejaring antara organisasi masyarakat sipil dan perguruan tinggi dalam mendorong riset yang kontekstual dan berdampak.
Pembelajaran dan langkah berikutnya
Kami melihat bahwa keterampilan riset sosial tumbuh kuat ketika mahasiswa mengalami langsung proses lapangan dan mendapatkan umpan balik yang konsisten. Mahasiswa belajar bahwa riset sosial bukan hanya teknik mengumpulkan data, melainkan cara memahami manusia, konteks, dan dinamika kebijakan lokal secara lebih bertanggung jawab. Ke depan, LTS Foundation dan Prodi Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember membuka peluang untuk memperluas skema pendampingan riset sosial ini, terutama pada isu sosial kesehatan dan penguatan tata kelola layanan publik di wilayah Tapal Kuda.




Komentar
Posting Komentar